Kamis, 15 Agustus 2019

CALON PASKIBRA GAGAL TERPILIH INI DIDUGA KARENA DISEROBOT ANAK PEJABAT, BEGINI NASIBNYA SEKARANG...

Baca Juga :

Koko Ardiansyah Calon Paskibra yang gagal


Baru - baru ini, jagad media sosial Tanah Air tengah digegerkan dengan kisah Koko Ardiansyah, pelajar SMK asal Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Seperti yang kita ketahui menjadi seorang anggota paskibraka adalah suatu kebanggaan yang luar biasa, terutama bagi Koko Ardiansyah.

Koko Ardiansyah yang bercita-cita menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) kabupaten pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 harus rela mengubur mimpinya itu.

Harapan Koko Ardiansyah siswa SMK Negeri 2 Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi anggota Paskibra 17 Agustus nanti pupus sudah.

Pasalnya, Koko Ardiansyah gagal menjadi anggota paskibra lantaran posisinya digantikan oleh seorang anak pejabat.

Kisah pilu yang dialami Koko ini akhirnya terungkap lewat video curhatnya yang menjadi viral di jagat maya.

Seperti yang diunggah ulang oleh akun Facebook Yuni Rusmini pada Selasa (13/8/2019) lalu.

Dalam video itu, Koko Ardiansyah mengungkapkan kekecewaannya pada orang yang mewawancarainya.

"Panitia harusnya bersikap  adil, dengan tidak menggantikan dirinya dengan orang yang tidak pernah ikut seleksi. Kalau memang menggantikan saya, gantikan dengan yang ikut seleksi yang lebih pantas dari saya. Jangan yang enggak ikut seleksi dimasukan waktu karantina," kata Koko dalam rekaman video itu.

"Mulai pertama sampai akhir fisik terus. Tahap terakhir terus pengumuman ke sekolah. Nama saya ada di nomor 29," tuturnya seperti dilansir Facebook Yuni Rusmini.

Koko sempat bergembira saat ia dipanggil untuk mengikuti pengukuran baju dan sepatu yang menandakan mimpinya tinggal selangkah lagi.

Namun, betapa hancur perasaannya saat tahu namanya tiba-tiba hilang dari daftar ketika sudah memasuki tahap karantina.

"Dah ikut pengukuran baju, pengukuran sepatu. Baru ketika karantina, nama saya nggak keluar," ungkap Koko dengan mata berkaca-kaca.

Dibesarkan sebagai anak yatim yang penuh dengan keterbatasan, Koko ternyata menyimpan harapan besar di balik bergabungnya ia ke seleksi paskibra kabupaten.

Usut punya usut, ia bermaksud mengikuti seleksi paskibra kabupaten agar memuluskan cita-citanya menjadi anggota TNI.

Namun alih-alih mendapat sertifikat, kegagalan ini membuatnya harus menelan kekecewaan besar.

"Ya kecewa sedih semua deh kak. Karena saya pikirkan dengan ikut itu, saya dapat sertifikatnya, jadi saya pikir untuk mendaftar sebagai anggota TNI jadi gampang. Jadi karena sekarang gagal, mau bagaimana lagi lah kak, kecewa," ucap Koko.

Dirundung kesedihan, Koko berharap agar ke depannya panitia bisa bersikap lebih adil karena menurutnya mereka menggantikan dirinya dengan orang yang tak pernah mengikuti seleksi sama sekali.

"Ya kalau untuk panitia, kalau bisa yang lebih adil lagi. Kalau memang menggantikan saya, gantikan dengan yang ikut seleksi yang lebih pantas dari saya. Jangan yang enggak ikut seleksi dimasukkan waktu karantina," pungkasnya.

Belakangan terungkap sosok yang menggantikan posisi Koko Ardiansyah di paskibra kabupaten bukanlah orang biasa.

Lewat wawancaranya yang dilansir YouTube Official iNews (13/8/2019), Koko menduga orang tersebut adalah anak bupati.

"Kemarin belum kenal tapi sekarang sudah, si Doni. Dengar-dengar anak bupati kak," ucap Koko kepada wartawan iNews.

Viralnya curhatan Koko Ardiansyah yang mengaku gagal jadi anggota paskibra kabupaten karena digantikan anak pejabat akhirnya terdengar sampai ke pihak Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Labuhan Batu.

Masih melansir YouTube Official iNews (13/8/2019), Kabid Pemuda Dispora Labuhan Batu, Awaluddin Siagian mengatakan pemilihan anggota paskibra adalah kebijakan dari bupati.

"Untuk bupati sendiri, itu adalah kebijakan untuk pembinaan kedisiplinan dan juga untuk menyalurkan bakat anak tersebut," jelas Awaludin.

Namun, saat ditanya terkait Koko yang dikeluarkan secara sepihak dari tim paskibra kabupaten, ia enggan menjawab.

Sebab Awaluddin mengaku tidak bisa menjawab hal tersebut karena bukan wewenangnya.

"Kalau itu kebijakan dari pimpinan kita, kalau sejauh ini mengenai itu pimpinan yang bisa menjelaskan hal itu," tandasnya.

dikutip dari : grid.id,sindonews.com,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar